Selasa, 18 November 2008

RUANG PUISI

Stasiun pagi
stasiun pagi

masih sunyi,

tanpa bunyi ketipak-ketipuk rel panjang

panjang, sepanjang alunan nada para penyanyi pagi

yang terlelap di jalanan!

stasiun masih pagi,

tanpa ibu-ibu yang membawa ketiding airmata di sepanjang

perjalanan di rel yang panjang

dan di subuh menjelang

ibu-ibu yang membawa ketiding pulang

dalam hangat kecupan kereta api

yang memborgol dingin pagi ini,

sejarah kembali diulang hingga nanti

pertarungan kami di stasiun pagi ini

Padang, 2008

Selasa, 16 September 2008

RUANG LENSA


Nah begini gue bakal ceritain gimana serunya kemaren buka di padek,

acaranya itu diadaka pada tanggal 16 sep 2008 hari selasa, ngak jaub-jauh amat kok, cuma di depan kantor padek. Ramai lho, semua anak pmails di undang,

terus setelah menungu beduq berbunyi (maksudnya ngabuburit) kami (gue dan bang fresti) sedikit bincang- bincang tentang pengalaman bang fresti yang katanya pernah menjadi uda-uni kota padang meskipun hanya sebagai finalis.

Setelah terdengar beduq kami rame-rame mencari minuman(tenggorokan kering banget)
alhamdullah dapat secangkir teh yang panasnya luar biasa(kalau meminumnya lidah dijamin bakal keriting) tapi diganti sama semangkuk serabi yang rasanya lumayanlah!!!! Ditemani secangkir plastik es sirup selasih. Duh kami(aku dan bang fresti) mutusin utk salat dulu sebelum menyantap nasi selain ada bang fresti ada kak monicdan kak dea, kami salat barengan dimesjid smp. Padek, kelar salat udah g sabaran menyantap nasi. Akh....akhirnya pada jam (g tahu soalnya g bawa jam) ..kami makan!!

Kisah pulang dari bubar padek itu pulangnya barengan,

kami nganterin kak deli pulang ke rumahya(manja sih) (maklum!! Semenjak pake kerudung), kami pulang malam ada kak lili yang ketakutan dalam hati(hee....he..)

Rumahnya jauhhhhhhh!!! Kalau ditempuh dengan jalan kaki maka akan terasa capeknya>>>
taopi berbekal kebaikan keikhlasan mengantarkan kak deli ke rumahnya, akhirnya harapan itu berhasil juga, dengan selamat wal afiat mengantarkan rakyat indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan indonesia(he....sory bos ngelantur)... Kak deli sampai di rumah dengan sehat walafiat!!

Sampai di rumah jam set. 9

Sabtu, 13 September 2008

DIMENSI PUISI


LUKA

pandangilah mega malam hitam

seperti di seret luka

di koyak rindu, di hempas deru sampai sewindu

luka itu...

(2008)

RUANG PUISI


Stasiun pagi

masih sunyi,

tanpa bunyi ketipak-ketipuk rel panjang

panjang, sepanjang alunan nada para penyanyi pagi

yang terlelap di jalanan!

stasiun masih pagi,

tanpa ibu-ibu yang membawa ketiding airmata di sepanjang

perjalanan di rel yang panjang

dan di subuh menjelang

ibu-ibu yang membawa ketiding pulang

dalam hangat kecupan kereta api

yang memborgol dingin pagi ini,

sejarah kembali diulang hingga nanti

pertarungan kami di stasiun pagi ini

Selasa, 26 Agustus 2008

RUANG PUISI


Kupu Kupu Tak Bersayap

acap langit kelam

saban hari …

di persimpangan jalan

insan di bukit rerumputan di timbun serumpun ilalang

menyapa kebatilan usang

menindas ribuan marwah yang hilang

berbuah radang

enggan kelakar lagi, deru menanti sidang

eksekusi sang kupu berderap hati

kupu -kupu tak bersayap

2008

LENSA



satu cerita tentang...

Tentang pertama kali menulis…

Gini, pertama kali aku menulis yaitu berawal dari kesenangan aku untuk menulis dan mengarang dalam pelajaran bahasa Indonesia. Waktu itu aku sedang duduk di bangku sekolah dasar kelas 2. setiap kali belajar mengarang aku pasti mendapatkan nilai 9. semakin lama waktu bergulir aku terus mengalami kemajuan dalam dunia tulis dan menulis. Itu dapat di buktikan ketika aku meraih juara satu secara berturut-turut-tingkat antar sekolah dasar, tingkat kecamatan, tingkat SD se-kota Padang, dan kalah ketika antar sesumatera barat-dalam perlombaan Sinopsis cerita yang erat kaitannya dalam hal mengarang.

Tentang pertama kali aku mengirim cerita…

Aku berani mengirim tulisan aku ketika ada dorongan yang sangat signifikan bagi diriku sehingga aku berani mengirim tulisanku. Pertama kali tulisanku di muat di Pmails.

Tentang pertama kali masuk di Pmails…

Pernah suatu kali aku bermimpi dapat bergabung menjadi anggota Pmails. Hasrat Kian kentara dan membuncah ketika aku masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, tepatnya ketika aku masih duduk di Smp 7 Padang. Harapan itu sirna ketika saat itu aku harus mempersiapkan diri untuk menghadapi UN. Alangkah mengibanya hati ini. Surat lamaran yang sudah siap untuk di layangkan sudah ada di tangan dan sudah siap di ketik. Surat persetujuan dari orang tua dan kepala sekolah juga sudah. Tapi, apalah daya diri ini. Harapan ku terpaksa harus pupus. Aku harus rela menunggu satu bulan lagi, tepatnya nanti ketika aku telah duduk di bangku SMA nantinya.

Namun aku kembali tersenyum ketika aku telah duduk di bangku SMA. Insiden itu berawal ketika Kak Icha mengatakan kalau aku resmi jadi anggota di PMAILS. Wuih! Cihutyyyy!”Sorakku.

Kak Icah merupakan orang yang pertama kali-reporter yang di tuakan dan pertama- aku kenal di PMAILS.

Tentang pertama kali aku mendapatkan experience…

Well, to do point aja, aku bakalan cerita tentang pengalaman aku di Pmail yang mungkin di bisa di bilang masih seumur jagung-karena aku masih terbilang baru-. Selama di Pmails, aku banyak tahu tentang masalah tulis dan menulis tentunya. Yang jelas banyak pembaharuan dan sesuatu hal yang yang baru, yang mana sebelumnya aku tidak tahu menjadi tahu.

Banyak hal yang bermanfaat yang aku dapatkan selama di Pmails. Aku juga merasa beruntung bisa masuk di Pmails. Rasanya aku tak henti mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya pada Allah SWT dan semua orang yang telah mendukung dan mendorong aku untuk menulis. Guru-guru yang telah memberikan income tentang tulisanku. Semuanya yang telah memberikan motivasi. Thank all for your support.

Dodi Prananda