Jumat, 12 Juni 2009

BINTANG KCB MAIN KE PADANG



Promosi film sambil silahturahmi

FOTO-FOTO PEMAIN KCB DI PADANG



Para pemain film KCB tampak senang menjambangi kota Padang

TEMU BINTANG MEGA FILM KETIKA CINTA BERTASBIH (KCB)


TEMU BINTANG MEGA FILM KETIKA CINTA BERTASBIH (KCB)
Kang Abik Kena Macet, Alice Norin Kepanasan

Bintang Film Ketika Cinta Bertasbih, Minggu (31/05) menjambangi kota Padang. Kedatangan pemain film garapan Chaerul Umam yang diadaptasi dari Novel bestseller karangan Habiburahman El-Shirazy(Kang Abik-red) tersebut merupakan rangkaian Roadshow yang diadakan dibeberapa Toko Gramedia di Indonesia dan beberapa Perguruan Tinggi untuk acara Talkshow.
Film yang akan diputar 11 juni mendatang akan diputar di 3 benua 8 negara. Negara yang akan memutar film yang melakukan syuting di Kairo Mesir tersebut antara lain Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapore, Hongkong, Taiwan, Mesir dan Australia. Sedangkan untuk promosi film yang mengadakan acara temu bintang dipilih kota-kota asal para pemain film KCB yang sebelumnya melakukan audisi casting pemilihan Bintang KCB. Sebelumnya para pemain film KCB tersebut juga telah menjambangi kota Surabaya dan Bandung (Kota asal Meyda Sefira pemeran Husna).
Tepat pukul 07.00 Wib , Alice Norin yang tampil cantik berjalan menuju lantai I Toko Buku Gramedia Padang. Pemeran Eliana Pramesti tersebut langsung mencari kertas untuk mengipas-ngipas dirinya dan mencomot botol air mineral yang telah disediakan oleh pihak Gramedia. Lalu dibelakang Alice Sofie Norin ada dua perempuan berkerudung yang tampak anggun sekali. Dia adalah Meyda Sefira yang memerankan tokoh Husna dan satu lagi Urang Awak, Cik Uniang Pariaman, Oki Setiana Dewi yang menyapa penonton dengan bahasa Padang.
Ketika Kholidi Asadlil Alam, pemeran Azam tersebut menaiki lantai I Toko Buku Gramedia Padang, tepuk tangan dari cewek-cewek yang langsung memenuhi toko Buku Gramedia, membuat pengunjung dilantai bawah dan lantai dua jadi ingin menyaksikan acara temu bintang tersebut. Menyusul pemeran Furqon, Andi Arsyil Rahman yang menggunakan baju kaos casual.
Acara temu Bintang yang dipandu oleh pegawai toko buku Gramedia tersebut cukup mendapat sambutan hangat dari masyarakat kota Padang. Buktinya banyak pengunjung yang datang hanya untuk menyaksikan langsung bagaimana wajah-wajah asli pemain film KCB tersebut.
Ketika acara temu bintang tersebut dimulai, Andi Arsyil Rahman, pemeran Furqon yang sedang melanjutkan studi di STIMIK Dipanegara Makasar tersebut menyapa penonton yang histeris. Karena ruangan toko buku Gramedia sangat kecil, membuat penonton berdesak-desakkan. Ada yang ingin mengambil foto semua pemain film, juga ada yang ingin bertanya seputar pembuatan film KCB.
“Mengesankan sekali pertama kali sampai di kota tambuah ciek ini” ujar Andi yang juga merupakan Duta Pariwisata Makasar.
Lain hal dengan pemeran Azam, ia bercerita tentang kehidupannya sebelum mengikuti pemilihan bintang film KCB. Ia bercerita ketika ada pengunjung yang ingin bertanya tentang hal tersebut. Alam yang menggunakan kemeja kotak-kotak langsung bercerita.
“Sebelum saya mengikuti casting bintang film KCB, saya dulunya merupakan penjual ayam goreng dan kain sarung untuk melanjutkan studi saya,” terang cowok berkulit putih ini.
Alam juga mengaku bahwa ia punya basic pesantren sehingga ia bisa memberikan hasil yang maksimal ketika memerankan tokoh Azam yang tidak jauh berbeda sifatnya dengan karakter pribadinya. Lantas ketika ada penonton yang menanyakan kenapa Kang Abik tidak datang, Andi langsung memberikan jawaban.
“Tadi kami sempat ke Padangpanjang, mungkin mobil Kang Abik lagi terjebak macet, kami syukur alhamdulilah bisa datang tepat waktu” ujarnya. Padahal banyak sekali penonton yang ingin bertanya langsung dengan Kang Abik mengenai film KCB ini. Acara tersebut bertambah heboh ketika penonton bisa mendapatkan tanda tangan dari semua pemeran film KCB, tetapi dengan syarat khusus, yakni harus membeli buku KCB jenis yang mana saja. Usai tanya jawab semua peserta keluar menuju mobil dan semua penonton pun menyerbu semua pemain film KCB tersebut hingga semuanya naik ke atas mobil. Film ini akan diputar serentak diseluruh bioskop se-Indonesia tanggal 11 Juni 2009, Don’t Miss it! (Dodi Prananda, SMAN 1 Padang)

Kamis, 28 Mei 2009

CERPEN




Dilema Rena
Oleh Dodi Prananda

Rena meneruskan langkah tak berartinya dengan bantuan tongkat. Kebutaan yang di alaminya membuat ia harus meraba-raba ketika ia hendak berjalan. Terkadang ia harus merasakan sakitnya rasa sakit itu sendiri.
Setidaknya hanya lamunan yang terus mengusik pikirannya. Seolah kebutaan ini hal besar yang selalu mengganggu, benar-benar selalu berkecamuk di benaknya.. Rena kembali ke depan teras untuk menemani Iras yang telah menunggunya untuk menghadiri pesta yang telah di rencanakannya. Memang sebuah kenyataan yang pahit didapatkannya, ketika mengetahui seoerang yang buta seperti dirinya harus dating ke pesta, betapa susah dan merepotkan. Rena berjalan terbata .
“Kamu ini lelet banget sih, sungguh-sungguh merepotkan!”
Rena mengerenyitkan dahinya pada Iras, sebuah kalimat yang sebetulnya tak pantas diucapkan Iras, kekasihnya, atas keadaan dirinya .Ia tak mengerti.
Ia kembali berjalan gontai dalam hati yang gusar. Ia menghadap arah Iras, yang yang sedari tadinya termenung. Terpaku. Lamunannya pun buyar ketika Rena mendekat .Ia kalut, tak berkutik. Ia tak mampu mengobati rasa Rena yang entahlah.

. Andai saja Rena bisa melihat pasti ia akan tahu kalu Vena, adik Rena, menduai kakaknya. Perasaan Vena pada Iras lebih dari cinta Iras kepada Rena.Vena juga asik dengan tatapan beku dan sayunya. Sesekali ia terjaga dan balik memandang kepada Rena. Rena tak tahu semua kebohongan yang di alamatkan padanya. Rena meneruskan langkah-langkah kecilnya dengan bantuan tongkat yang selalu setia menemaninya.
Iras memanfaatkan kesempatan besar ini untuk menduakan Rena. Sebelum Rena kehilangan kornea matanya ia sampai bertekuk lutut untuk mendapatkan secuil cinta Rena untuknya. Begitu juga dengan adiknya menggunakan kesempatan ini agar dapat memiliki Iras, seolah menambah kemelut yang terus dipikul Rena.
“Ambil minum donk Ren, aku haus nih”
“…”
“Kamu nggak bisa, gimana mau jadi pendampingku nanti”
Rena sejenak terdiam. Ia tak mampu melepaskan cinta matinya pada Iras. Iras di anggapnya pria sempurna dan terbaik untuknya. Ia juga menganggap Iras adalah pengisi singgasana cintanya yang telah lama kosong.
Rena perempuan lemah yang patut di sayangi. Kecelakkan pesawatnya bulan lalu adalah mimpi terburuk yang pernah ia rasakan sepanjang usianya.
Rena buta total. Hari penuh kecerianya tak lagi terkuak. Hanya ada kelam, hitam yang betul-betul legam ketika ia memandang.
Ia berjalan meraba-raba dengan tongkatnya, mengambilkan sebotol minuman kaleng di dapur rumahnya. Rena masih memberikan bukti kalu ia masih sayang pada Iras. Sampai kapanpun. Mungkin sampai akhir hayatnya.
Di teras rumah, Vena mendekat ke pangkuan Iras. Dipandangnya lekat pria itu dan di dekapnya erat, kuat. Vena tak mau mengorbankan sedikit cinta Iras pada kakaknya.Vena benar-benar keterlaluan.
Saat Rena dapat memandang dunia, cinta Iras hanya untuk Rena. Bukanlah seorang Vena.Vena memandang kakaknya begitu lemah. Gadis buta yang serba menyusahkan. Ia memanfaatkan kesempatan besar ini untuk mendapatkan ketulusan cinta Iras padanya. Iras dan Vena sama-sama bajingan. Keduanya terdiam setelah Rena kembali.
Vena tak menghindar ketika Rena datang bersamaan waktu .Vena malah asyik duduk berduaan dengan Iras. Apapun yang dilakukannya pasti tak akan dapat di lihat oleh Rena, kakaknya.
“Kita putus, Ren!”
“Mengapa?
Sejenak hanya ada diam. Sepi. Sangat sepi. Tak ada kata yang mengalir.
“Kau benci setelah aku mengidap kebutaan ini, belakangan kau banyak kali berubah”
“……”
“Saat mataku masih normal kau ….”
“Memang, dahulu bukanlah sekarang .., dan jangan kau hubung-hubungkan antara dulu dengan sekarang..!”

Setetes air dari kelopak mata Rena jatuh begitu saja. Matanya berkaca-kaca. Barangkali nanti akan sembab.Vena tertawa geli melihat kakanya di sakiti begitu saja oleh Iras.
Seraya kemudian Rena beranjak menghapus laranya. Ia mencoba mengusirnya sendiri. Sejurus kemudian berlalu, Vena dan Iras menghilang dan hengkang dari rumah. Ia tak merasakan kepedihan yang tengah di rasakan Rena .Kepedihan yang di rasakan Rena yang sungguh lemah di leburkannya dengan keceriaan yang bercampur baur dengan kemesraan, dan tentang kesedihan Rena mereka tak rasakan, sedikitpun.
“Ven, kau tak kasihan pada Rena” ujar Iras pada Vena.
“Buat apa, bukankah saat saat ini yang kita tunggu”
Keduanya bersatu dalam satu rasa. Berpadu dalam pelukan mesranya berdua yang di seling tawa genit. Keduanya mampu tertawa dalam injakan kepedihan hati seorang Rena. Rena larut dalam tangis. Ia tengkurap di sofanya. Ia tak tahu kepada siapa ia membagi kelaraan hatinya. Ingatanya hanya pada Egi. Teman yang telah di kenalnya semenjak SMU dulu.
Ia meraih koper yang berada di sudut ruangan sedari tadinya. Ia memasukan pakaiannya sembarangan dan memijit angka telepon agar ia dapat terhubungi dengan Egi.
Ia berusaha meraba-raba angka pada telepan gagang. Dalam kehampaan rasa Rena berusaha tegar. Ia tak mau hancur dalam kepahitan rasa yang telah mati. Egi terhubungi. Keduanya meninggalkan Indonesia.

***
Rena mengisi hari-hari buramnya di USA bersama Egi. Tak mudah melalui waktu dua tahun di Amrik. Tak mudah menghapus duka dalam tempo waktu yang singkat, dua tahun itu waktu yang begitu singkat bagi Rena untuk menghapus luka. .Dengan waktu yang singkat itulah Rena melakukan perubahan dan memandirikan sifatnya yang selalu menyusahkan Vena dan Iras.
Ia telah kembali seperti dahulu. Ia telah pergi dari luka lama. Ia dapat menikmati kembali dunia. Dapat merasakan diri tidak lagi dilanda pahitnya sakit hati.Yang lebih tepatnya untuk sebuah pengkianatan rasa, cinta.
“Kita jadi balik ke Indonesia, Ren?”
“Tentu, aku akan meleburkan rasa pengkianatan ini”
“Kau yakin?”
“Ya …”
Rena menyatukan hasratnya untuk kembali ke Indonesia. Gadis itu ingin dapat kembali menatap muka seorang Iras. Rena begitu rindu pada Vena. Hanya dia seorang yang yang ia kenal secara akrab. Papa dan mamanya sibuk tak menentu di sana-sini tak lagi ia kenal. Semua bayangan vena mengiris batinya .Ia pernah bermimpi kalau Vena dalam keadaan yang menyakitkan, bahkan bias dibilang merasakan betapa pahitnya yang diarasakan Rena. Kembali pikirannya tertuju pada Vena.
Seolah-olah hanya ia yang dapat menenangkan kembali jiwanya yang terlupakan. Benih cinta dari Iras. Rena sungguh bodoh. Ia tak tahu kalau Vena lah penyebab dari berubahnya perasaan Iras yang sakit hati padanya.
Karena ialah, Vena, Iras menjadi bimbang dan memutuskan tali cinta itu. Tapi karena kebutaan itu telah menjadi bagian dari memori lama. Rena tidak akan pernah menguakannya kembali.
Bagian dari cerita yang tak akan pernah terkuakan(lagi). Tertimbun mati . Tatapanya sekarang kosong, mobil yang sedang dikemudi Egi menembus jantung kota Jakarta. Mata Rena sempat berkaca-kaca, namun sebuah kejadian ini membuatnya kehilangan akal sehatnya, betul-betul tidak bias diterimanya dengan akal sehat
Ia serasa pernah menjumpai lelaki itu. Bukan hanya menjumpai, akrab dan pernah memeluknya saat cinta bersemi kala itu. Saat cinta belum tersakiti. Saat cinta belum mengenal rasa pengkianatan.
Batin Rena bergejolak, terus berkecamuk. Jantungnya pun berdebar tak beraturan, darahnya mengalir cepat bagikan petir di siang hari. Tiba-tiba mobil itu berhenti tepat di depan sosok yang sejak tadinya telah dilirik rena dan egi .Egi terbata, tentu ia juga pernah kenal dan bercampur baur dengannya dalam sebuah ikatan persahabatan .Rena dan Egi terdiam kaku. Tak dapat seulas suara merespon apa yang telah di lihatnya. Seorang lelaki tak waras duduk, tertawa sendiri, di depan jalan. Sesekali pria gila itu menangis lalu tertawa kembali.
“Iras …..”

“ Kau masih sayang pada Iras, Ren?”
“……..”
Rena tak membalas pertanyaan itu. Bukannya tak sanggup, tapi lidahnya kelu mengucapkan kata iya, ataupun sebuah anggukan, ia tak bisa lakukan. Tapi Rena membalasnya dengan sebuah anggukan yang bertanda mengiyakan, ketika ia kuatkan dirinya untuk menggerakan kepalanya.
“Walau dalam pengkhianatan cinta,Ren?”
“Tentu!”
“Kau wanita terbaik yang pernah kutemui. Aku salut padamu. Seandainya Iras tak hadir mengisi relung hatimu, aku siap …”
“Buat apa?”
“Mencintaimu!”
“Sungguh ..”
“Aku ingin kau hadiahkan senyuman untukku, Ren hanya itu yang aku inginkan”
Senyum manis melingkar dan menyabit di sisi bibir Rena. Sebuah senyum yang manis. Senyuman itu bukan lagi milik pria tak waras itu. Ia kembali menatap pria gila itu sinis. Untuk yang terakhir kalinya. Setelah itu mobilnya melaju meninggalkan jejak langkah sang penghkianat cinta.Untuk sebuah rasa yang tertinggal .

***
Dedaunan terbang ke sana-sini tak tau aturan . Sedangkan mobil yang tengah melaju itu berusaha menghapus jejak luka yang pernah di rasakan di kota mati ini .Di dalam mobil itu Rena menangis. Ia menghabiskan perjalanan hanya dengan tatapan kosongnya. Sejuta tanya belum terjawab. Seribu satu alasan menghadang. Egi tak mau membuyarkan lamunan Rena. Hanya sesekali melirik menahan rasa iba yang tengah dirasakan Vena.
“Sudahlah Ren, tak baik larut katanya kau berusaha tegar!”
“Andai aku dapat memilih, aku akan memilih buta walaupun di sakiti badai yang besar, dari pada dapat melihat yang tadi”
“Iras?”
“Ya”
“Masih banyak pria yang lebih baik darinya, kau lupa dengan Vena, bukankah kau kangen padanya?”
“Benar, aku ingin sekali mendekapnya”

Egi berhasil mengobati rasa Rena kali ini. Namun kesayuan mata Rena menahan tangis, menahan segelintir rasa menjuruskan Egi untuk menderai-beraikan kristal air mata. Menghancur leburkan rasa yang telah terpendam, mati. Kali ini Egi yang meneteskan cairan hangat di sudut matanya.
Tangis itu berhenti seketika dan berubah menjadi sebuah senyuman manis. Laju mobilnya akhirnya membawa mereka sampai pada tujuannya. Di rumah yang terakhir kalinya ia injak dan saksi putusnya ketulusan cinta mati Rena pada Iras. Berakhirnya rasa yang tak kunjung terobati.
Rena memandang.
Seolah-olah tak asing lagi dengan suasana yang semenjak dahulu telah di rasakannya. Sesekali angin sepoi bersemilir membasuh kepedihan rasa. Mata Rena tertuju pada pada gadis lajang usia yang tengah bermenung berpangku dalam tangis. Tngannya mengelus kandungannya yang tengah membesar.
Gadis itu serba lusuh. Rena begitu asing dengan wajah gadis itu. Rena mendekat padanya. Gadis itupun menatap Rena dan Egi dalam tatapan tak pernah kenal. Gadis itu adalah Vena yang sedang dicari Rena. mungkinkah dia Vena, seribu satu pertanyaan membaur, membuat pikiran Rena semakin digerayangi tentang itu.
“Siapa kalian? saya tak mengenal kalian!” suara gadis itu akrab sekali di telinga Rena. Mungkin karena wajah yang tak terurus itu membuat Rena tak mengenal saudaranya.
“Saya Rena …”
“…….”
Gadis itu mendekat, memandang memoroti Rena dari muka dan belakang. Perutnya yang besar membuatnya susah berdiri sigap.
“Rena kakak Vena! Rena yang dulunya buta?”
”Benar!”
Suasana hening bercampur menyatu dengan tangis dan haru dalam rona kesedihan. Gadis itu memeluk Rena lekat. Mendekap Rena dalam kerinduaan. Egi menatap heran. Rena susah menahan tubuh karena pelukan yang di berikan gadis itu sungguh dekap seperti seseorang yang telah lama tidak bertemu dengan rekannya. Rena juga turut merasakan rindunya terhapus sudah.
“Aku Vena kak”
“Sungguh?”
“Iya”
“……”
Suasana mengganda antara tangis dan haru. Vena membawa dua manusia itu ke dalam rumahnya.
“Kau hamil, Ren?”
“Iya, Iras!”
“Mengapa?”.
”Maafkan aku kak, aku menduai kakak dahulu. Saat kakak tak bisa melihat Iras, Iras tak mau mempertanggunggjawabinya. Ia gila sekarang. Semenjak kedua orang tuanya meninggal karena kebakaran ia langsung depresi ...”
“Kau yang membuat Iras bimbang padaku..” omongan Rena terputus. Ia memang tak bernyali untuk menyambung kata-katanya, terlalu sukar ia menggerakan mulutnya.
Egi terkesima. Sedangkan Rena berusaha tegar kembali. Rena kembali kental dalam rasa yang luka mendalam. Rena tak kuat menahan asa yang membara. Dalam kehampaan rasa inilah sosok Egi di butuhkannya. Lambat laun setelah semua konflik sirna Rena ingin jalani hidupnnya dengan Egi selamanya. Menimbun sejuta rasa yang takan pernah mati. Ia ingin selalu dengan Egi. Sampai akhir hayatnya.
Lalu tiba-tiba Rena menangis. Kemudian tertawa kecil, jelas sekali tawa yang sangat dipaksakan.
2007-2008

Selasa, 28 April 2009

FAMOUS

UNIVERSITAS TERBAIK DUNIA DAN INDONESIA

Quote:
Inilah daftar universitas-universitas terbaik di dunia dan juga Indonesia. Saat ini universitas-universitas top di Amerika masih menjadi yang terunggul. Tetapi walaupun begitu secara umum sistem pendidikan di Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan China dianggap jauh lebih baik. Indonesia memang saat ini universitas-universitas terbaiknya masih berada di urutan bawah.

Dan bagaimana cara, agar manusia-manusia Indonesia bisa dengan cepat dirubah menjadi yang terbaik di dunia? Bagaimana kalau langsung belajar dari yang terbaik?

RANKING UNIVERSITAS TERBAIK DUNIA

1. Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika
1. Harvard University, Cambridge, Massachusetts, Amerika
2. Yale, Amerika
3. Cambridge, Inggris
4. Oxford, Inggris
5. California Institute of Technology, Amerika
6. Imperial College London, Inggris
7. University College London, Inggris
8. University of Chicago, Amerika
9. Massachusetts Institute of Technology (MIT), Amerika
10. Columbia University, Amerika

16. Australian National University
19. University of Tokyo
25. Kyoto University
30. National University of Singapore
77. Nanyang Technological University, Singapore
93. Hebrew University of Jerusalem, Israel

166. Chulalongkorn University, Thailand
250. Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Malaysia
251. Mahidol University, Thailand
254. Ateneo de Manila University, Philippines
276. University of the Philippines, Philippines

Dan.... UNIVERSITAS-UNIVERSITAS TERBAIK INDONESIA:

287. University of Indonesia (UI)
315. Bandung Institute of Technology (ITB)
316. Gajah Mada University (UGM)

QS Quacquarelli Symonds, Top Universities.

Kalau ingin kecerdasan
Nasional Indonesia menjadi yang terunggul, dan mampu mengejar Amerika, Jepang, China dan Singapura (atau Israel), kenapa tidak belajar saja dari internet, wikipedia, dan Youtube. Mudah dan murah.

Belajar dari Stephen Hawking, Einstein, Michio Kaku (sainstis top dari City University of New York), Neil deGrasse Tyson, Michael Porter (Competitive Strategy, Harvard), Brian Greene (String Theorist), Jared Diamond (Guns, Germ, and Steel), Milton Friedman (peraih Nobel ekonomi), Jeffrey Sachs (End of Poverty), Thomas L. Friedman (The World is Flat).

Greatest minds in recent history. Internet Boss, and get global mind.
Quote:
UNIVERSITAS TERBAIK INDONESIA (2008)

Inilah daftar dari universitas-universitas terbaik di Indonesia saat ini
(Versi Globe Asia)

UNIVERSITAS TERBAIK NEGERI

1. Universitas Indonesia, Depok
2. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
3. Institut Teknologi Bandung
4. Institut Pertanian Bogor
5. Universitas Padjajaran, Bandung
6. Universitas Airlangga, Surabaya
7. Universitas Hasanuddin, Makasar
8. Institut Teknologi Surabaya
9. Universitas Dipenogoro, Semarang
10. Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS TERBAIK Berdasarkan Perspektif kalangan Industri / Dunia Kerja (2007)

1. Universitas Indonesia
2. Institut Teknologi Bandung
3. Universitas Gadjah Mada
4. Institut Pertanian Bogor
5. Institut Teknologi Surabaya
6. Universitas Airlangga
7. Universitas Trisakti (Swasta )
8. Universitas Padjajaran
9. Universitas Atmajaya (Swasta)
10. Universitas Dipenogoro

UNIVERSITAS TERBAIK SWASTA

1. Universitas Pelita Harapan (UPH), Lippo Village Tangerang
2. Universitas Trisakti
3. Universitas Tarumanegara
4. Universitas Atmajaya
5. Universitas Parahayangan
6. Universitas Bina Nusantara
7. Universitas Muhammadiyah Malang
8. Universitas Maranatha
9. Universitas Satya Wacana
10. Universitas Petra

Universitas Terbaik Indonesia berdasarkan Webometrics Ranking of World Universities, Laboratorium Cybermetrics :
Nama Universitas Berdasarkan Peringkat di Indonesia - Asia Tenggara - dan Dunia

1 ----8--- 818 ...Universitas Gajah Mada
2 ----9--- 825 ...Institut Teknologi Bandung
3 ---19--1290 ...Universitas Indonesia
4 ---52--2034 ...Universitas Pendidikan Indonesia
5 ---46--2266 ...Universitas Kristen Petra
6 ---56--2475 ...Universitas Pertanian Bogor
7 ---57--2477 ...Sekolah Tinggi Teknologi Telkom
8 ---59--2542 ...Universitas Brawijaya
9 ---61--2623 ...Universitas Gunadarma
10--67--2843 ...Institut Teknologi Surabaya

SISI LAIN

Sisi Lain Internet Bagi Pelajar
Oleh Dodi Prananda

Seperti yang kita ketahui pada saat sekarang ini, realisasinya internet tidak hanya dimanfaatkan oleh para pekerja kantoran, namun disamping tuntutan era globalisasi yang arusnya semakin berkembang pesat dapat dijadikan sebagai rujukan kenapa masyarakat dengan internet sudah menjadi sebuah jalinan yang erat saja. Lapisan masyarakat yang dimaksud tidak hanya masyarakat luas yang sebelumnya masih awam dengan internet(namun sekarang sudah seperti ada relasi yang erat), namun juga pelajar.

Kalau berbicara mengenai relasi yang erat antara pelajar dengan internet memang tidak perlu pula dicengangkan, karena disekolah menengah pertama maupun sekolah menangah atas, untuk pelajaran teknologi informasi dan komunikasi memang sudah menjadi bagian dari kurikulum sekolah, kurikulum yang wajib diikuti. Bahkan dikalangan sekolah menengah kejuruan telah banyak membuka jurusan baru yang menyangkut TIK, diantaranya teknik komputer dan jaringan multimedia. Sedangkan pada titik lain, tigkat SMP maupun SMA seperti apa adanya mereka diajarkan bagaimana hal-hal yang paling basic dalam berinternet, seperti browsing, membuka ataupun mengirim e-mail serta mencri informasi yang dibutuhkan, tentu masih seputar dunia pendidikan.
Yang menjadi tanda tanya besar untuk persoalan ini, apakah pelajar SMP, SMA, SMK tersebut menggunakan internet dengan efektif diluar sekolah? Kalau di sekolah pastinya mereka diajarkan memodali diri dengan dasar guna untuk bidang teknologi, belum tentu ketika diluar pembelajaran mereka akan menggunakan internet dengan porsi-porsi sebagaimana yang diajarkan di sekolah. Untuk zaman yang menitikberatkan komputerisasi seperti saat sekarang ini kecakapan ataupun kepiawaian untuk menggunakan internet yang serba canggih, praktis dan cepat sangat-sangat dibutuhkan. Kembali pertanyaan tadi dipertanyakan “Apakah pelajar dapat menggunakan atau pun memanfatkan internet dengan efektif? Untuk pertanyaan yang sukar dijawab ini barangkali berbeda antara satu dengan yang lain.
Kalau bicara dalam konteks pekerja kantoran yang menggunakan internet tentu mereka menggunakannya dengan efektif serta terjadinya keefesiensian antara internet dengan pekerjaannya, mereka bisa menyelesaikan pekerjaan dengan bantuan internet sehingga pekerjaan menjadi lebih mudah. Kalau membicarakan keefektifan antara internet dengan penggunanya dengan subjek pelajar belum tentu hal serupa akan terjadi.
Untuk sebagian pelajar bisa menjadikan internet sebagai sarana yang manjur dan ampuh untuk menambah pengetetahuan, sebab berjut-juta informasi yang bisa kita raih dari internet. Bagi pelajar yang haus dan lapar dengan informasi bisa menjadikan web sebagai pelapas lapar dan haus tersebut. Kalau pelajar yang peka terhadap informasi dan dalam pengerjaan tugas mungkin ada yang menggunakan internet sebagai teman setia yang selalu membantu mereka, kapanpun, dimanapun mereka ingin atau membutuhkan bantuan. Lalu bagaimana dengan pelajar yang sama sekali tidak terangsang untuk hal yang positif tersebut?
Perlunya Keefektifan Dalam Penggunaan Internet
Kebanyakan pelajar rela menyisihkan uang saku mereka atau memanage keuangan mereka agar porsi untuk bermain internet dapat terpenuhi, ada yang datang setiap hari, setia minggu, dua kali seminggu, dan berbagai macam waktu ke warung internet. Disisi lain ada pula yang rela mengantri berjam-jam sepulang sekolahnya hanya untuk menunggu bilik warnet ada yang kosong, apa artinya? Menunjukkan seberapa pentingnya internet bagi pelajar, dalam persoalan ini kepentingan tersebut belum tentu akan memanfaatkan internet secara baik.
Memang sangat disayangkan apabila kepentingan yang menjadikan sebuah relasi yang kuat antara pelajar dengan internet tersebut apabila tidak digunakan dengan baik, dan jangan pula tercengang apabila banyak pelajar yang menggunakan internet sebagai media untuk berchatting ria dengan teman yang tidak dikenal sama sekali, friendster, ataupun memaanfaatkan jasa internet untuk game online, memang tidak salah apabila ada pelajar yang menggunakan dunia maya hanya untuk hal demikian, namun alangkah baiknya kita dapat menggunakanya lebih efektif lagi, karena kalau digunakan hanya untuk itu terkesan bahwa kita hanya membuang waktu.
Sebetulnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan pelajar agar dapat menggunakan internet lebih efektif lagi, diantaranya mengumpulkan topik atau pembahasan yang hendak dicari, sehingga disaat browsing pencarian dapat dilakukan dengan jendela terpisah(multitasking). Dan untuk topik yang berbeda bisa menggunakan jendela yang berbeda.
Disamping itu pegang terus tujuan kita memasuki dunia maya, apakah kita menggunakannya untuk hal yang positif? Kalau kita sudah datang dan hendak memasuki dunia maya untuk hal yang tidak berguna serta membuka yang macam-macam sebaiknya hindari. Kalau kita berpegang teguh pada tujuan kita pasti akan tercipta sebuah keefektifan untuk pengunaan internet.
Padang, 30 Januari 2009, Penulis siswa SMAN 1 Padang