Jumat, 13 Februari 2009

ZOOM OUT



Kami sedang mengamati bagaimana kehidupan kerang yang sepertinya terancam kepunahan



foto-foto ini adalah bukti kepedulian kita terhadap lingkungan. save our sea!

Jumat, 06 Februari 2009

DIMENSI PUISI



Goresan Buat Bapak Pembangunan

:Soeharto


ku panggil beliau bapak pembangunan
hantarkan negara jadikan sebuah pengorbanan
belum lagi esok akan menjelang dan kabarkan tentang arti jadi pahlawan

warna hitam legam jadikan pedoman,tak tersebut!
biar torehkan keinginan majukan impian
sebuah negeri khaylan buat jadi negara terdepan
Indonesia "kupanggil dia"


oi, wahai semua pemimpi
belum lagi kau dengarkan elegi siang tadi
kabarkan dan ceritakan kenangan tentang dia bapak pembangunan

tepat tanggal di ahad bulan januari
sukma melayang dan haturkan rasa penyesalan
saat kau ingat tentang kesalahan beliau dan lupakan coretan kusam

legam
dan yakinkan tangan tuk tetap tengadah
wahai Indonesia"berikanlah doa setulus harapan"

2008

TENTANG SESEORANG


Rubrik tentang seseorang ini adalah tempat buat teman-teman semua bisa curhat dan berbagi cerita pada Dodi Prananda. kirimkan surat anda ke : vjhay_dodi@yahoo.co.id

nah untuk edisi perdana ada curhat dari dodi sendiri

gini dulu dodi pernah niat untuk bikin sebuah buku yang nantinya akan dikirim ke penerbit
buat di publikasikan
namun karena waktu itu dodi tak punya back up jadinya filenya ilang
yang tinggal hanya covernya saja:

Buku kumpulan puisi remaja

“Ku Tulis Namamu Di Hatiku”

Oleh Dodi Prananda

“One thousand story about

Love…..

Love……, it never ending!!”

“Cintaku merangkak dalam gelap”

Cintaku merangkak dalam gelap yang sunyi

Wajahmu samar dari sini

Entah, benarkah engkau yang berada di sana

Ataukah hanya bayanganmu semata yang bermain di benakku??

Aku tahu kau bukan sedang tersenyum

Sebab dalam dadaku

Tangismu terdengar begitu pilu

Sesak dan terisak-isak

Aku pura-pura tak tahu dengan wajahmu juga dengan tangismu

Sebab tangismu itu, adalah tangis cengeng yang sengaja kau buat

Agar cintaku bisa menjelma menjadi sebuah dilema

Cintaku merangkak dalam gelap temaram

Sekelabat bayanganmu sirna

Kau menangis lagi, nangis sambil tertawa!!

Sedang batinmu tak bisa bohong

Karena sesungguhnya kita adalah keabadian

Cintaku merangkak dalam cahaya samar….

“Nada-nada cinta di jantungmu”

Berisik!!

Tubuhmu sedang bicara sambil berdendang

Kau sibuk memetik jantungmu

Untuk mengudang nada-nada merdu nan syahdu

Ataukah kau benar sedang bicara dengan langit malam itu??

Sebab kau hari ini melayang –layang

Dan terjatuh dalam cinta

Ya…..jatuh cinta! Bisikmu pada aku di malam itu

Sungguh indah jiwamu

Mulutmu lagi-lagi komat-kamit menghafal nada-nada cinta

Nada-nada cinta yang ada di jantungmu

Kupingmu sedang nari-nari kecil

Berdansa dengan matamu yang sedang meniup-niup seruling cinta itu

Begitu indah jiwamu menuju jalan cinta yang kau dambakan

Inikah makna cinta yang kau tanyakan??

“Nyanyian kerinduan”

Pengap!! Hari ini terasa begitu pengap

Melihat burung lunglai, letih menatap pada

Kehidupan yang menyengsarakan

Masih juga sayup

Nafasmu yang tiap hari mendendangkan nyanyian kerinduan

Dengan suara parau

Menyanyikan untuk kerinduan yang selama ini menyengsarakan

Kerinduan yang bernadi

Mengingat ibumu yang hanyut bersama tangis aceh

Mengenang bapakmu yang kemaren mati di hutan

Sungguh, kau masih menyanyikan nyanyian kerinduan itu

Entah sampai kapan??

Jumat, 30 Januari 2009

REFLEKSI





BANYAK YANG SIBUK PHOTOFUNIA, TERMASUK SAYA

BERIKUT HASIL YANG TELAH SAYA COBA

PHOTOFUNIA MEMANG KEREN, AKU BERTERIMA KASIH KEPADA SEBASTIANUS EDWARD IWAN HARJADI, YANG TELAH MENUNJUKKAN SAYA TENTANG HAL INI.

THANKS BUNG EDWARD

REFLEKSI





Tips Berhenti Merokok untuk Selamanya

Sebagaimana kita ketahui bahwa merokok lebih banyak memberi kerugian dibandingkan keuntungan. Merokok dapat menyebabkan gigi menjadi kuning, kulit yang tidak sehat, nafas yang bau, kesulitan bernafas, kanker, penyakit paru dan jantung. Walaupun demikian, orang tetap merokok dan semakin banyak anak usia muda yang mulai merokok. Walaupun statistik menunjukkan peningkatan jumlah perokok yang cukup besar, keputusan akhir untuk berhenti merokok ada pada si perokok itu sendiri. Berikut ini adalah beberapa mitos dan kenyataan tentang merokok.

Mitos #1: Mengapa saya harus berhenti merokok ? Pada akhirnya saya pasti akan meninggal karena sesuatu sebab.

* Tentu, anda akan meninggal karena sesuatu sebab. Namun, bila anda perokok sedang, anda memiliki kemungkinan untuk meninggal tahun depan yang besarnya 1,5 kali orang bukan perokok yang berusia serta berjenis kelamin sama dengan anda. Anda juga memiliki kemungkinan untuk meninggal 3 tahun lebih cepat dari orang bukan perokok, dan sekitar dua kali lebih mungkin untuk mendapat serangan jantung atau meninggal karena kanker dibandingkan mereka yang bukan perokok.

Mitos #2 : Bila saya berhenti merokok, saya akan menjadi gemuk.

* Bila perokok menghentikan kebiasaanya, 79 % dari mereka akan bertambah berat badannya, namun pertambahan rata-ratanya hanya 2,3 kg. Berolahraga dan menjaga makanan yang dikonsumsi dapat membantu anda mencegah terjadinya kegemukan.

Mitos #3 : Saya tidak dapat menikmati hidup tanpa merokok.

* Bekas perokok memiliki kualitas hidup yang lebih baik, dengan berkurangnya batuk, bertambah baiknya fungsi paru serta bertambah kuatnya sistem pertahanan tubuh mereka, dibandingkan mereka yang tetap merokok.

Mitos #4 : Saya sudah terlanjur sakit akibat merokok. Jadi, lebih baik saya tetap merokok.

* Mereka yang berhenti merokok setelah mendapat serangan jantung memiliki kemungkinan untuk meninggal 10 kali lebih sedikit dibandingkan mereka yang terus merokok. Sepuluh tahun setelah serangan jantung, hanya 5 % dari yang berhenti merokok kemudian meninggal, dibandingkan dengan 49 % dari mereka yang tetap merokok. Penderita kanker paru juga lebih besar kemungkinannya untuk tetap hidup bila mereka berhenti merokok.

Mitos #5 : Saya akan berhenti merokok nanti. Tubuh saya masih memiliki waktu untuk mengatasinya.

* Walaupun beberapa efek buruk rokok ( seperti yang disebabkan oleh nikotin ) dapat menghilang dalam beberapa jam sampai beberapa hari setelah berhenti merokok, efek-efek lainnya perlu beberapa tahun untuk menghilangkannya. Untuk sebagian besar penyakit akibat merokok, semakin lama anda berhenti merokok, semakin kecil kemungkinannya untuk sakit atau meninggal.

Mitos #6 : Saya hanya menyakiti diri saya sendiri.

* Teman serta keluarga anda tidak hanya harus menghadapi penyakit akibat merokok yang anda alami, kebiasaan merokok anda juga akan meningkatkan risiko mereka untuk sakit dan meninggal. Orang yang terpapar asap rokok secara reguler memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk menderita infeksi saluran nafas dan penyakit paru seperti pneumonia.

Mitos #7 : Saya telah mencoba berhenti dan gagal, jadi kemungkinan besar saya akan gagal lagi bila mencoba berhenti.

* Banyak orang yang tidak langsung berhasil menghentikan kebiasaan merokoknya. Merokok adalah kebiasaan yang bersifat sangat adiktif dan banyak perokok yang mencoba berhenti untuk beberapa kali sebelum mereka akhirnya berhasil. Sebagian besar perokok kambuh kembali pada minggu pertama setelah berhenti, di saat mana gejala penghentian kebiasaan tersebut muncul dengan kuat sedangkan tubuh masih amat tergantung pada nikotin. Waspadalah bahwa saat-saat tersebut adalah saat yang paling sulit dan gunakanlah seluruh kekuatan dan kemauan anda serta teman dan keluarga anda agar dapat melalui masa-masa kritis tersebut. Metode yang terbaik bagi setiap orang berbeda-beda. Cara yang mungkin aneh bagi orang lain mungkin merupakan cara yang terbaik bagi anda. Jadi, jangan malu untuk mencoba cara baru. Berikut adalah beberapa saran yang dapat anda gunakan :
o Putuskanlah dengan tegas bahwa anda ingin berhenti merokok. Upayakan untuk menghindar dari pikiran negatif mengenai sulitnya upaya penghentian merokok.< berhenti setelah maupun sebelum baik penting, amat yang dorongan sumber menjadi dapat Mereka merokok. untuk upaya dalam anda teman-teman dan keluarga
o Jangan kosongkan asbak anda. Benda tersebut dapat mengingatkan anda tentang banyaknya rokok yang anda isap setiap harinya. Pemandangan serta bau puntung rokok tersebut juga dapat dijadikan peringatan bagi anda.
o Buang semua rokok dan korek yang masih belum digunakan.
o Kunjungilah dokter gigi untuk membersihkan kotoran gigi akibat tembakau. Perhatikan betapa indahnya gigi anda setelah dibersihkan dan pastikan agar tetap demikian keadaannya.
o Buatlah daftar barang-barang yang ingin anda beli untuk diri anda sendiri maupun untuk orang lain. Perkirakan harganya berdasarkan harga rokok perbungkus, dan sisihkan uangnya untuk membeli hadiah-hadiah tersebut.

Tetapkanlah target waktu untuk berhenti merokok, misalnya pada hari ulang tahun anda atau ulang
tahun pernikahan anda, dan upayakan agar rencana tersebut jangan berubah apapun yang terjadi. Langkah ini dapat mempermudah anda untuk mengingat kapan anda mulai berhenti merokok dan untuk merayakannya setiap tahun !

Rabu, 07 Januari 2009

MY OPINION


KONTRIBUSI KITA UNTUK NEGARA

Oleh Dodi Prananda

Sebuah kalimat mengatakan bahwa “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya”

Barangkali banyak kontribusi yang dapat kita sumbangkan sebagai bangsa yang peduli akan negaranya sendiri. Salah satunya memberikan sebuah rasa apresiasi pada pahlawan terdahulu yang mana telah membangkitkan negara ini sampai kemasa sekarang. Lantas kita sebagai penerus tongkat estafet bangsa atau negaranya harus melanjutkan perjuangan tongkat itu. Semua tergantung generasi bangsa itu sendiri, apakah genrusnya akan diam tanpa melakkan apa-apa sebagai kontribusi untuk negaranya. Atau barangkali akan memberikan semacam apresiasi terhadap pahlawannya.

Kita seringkali menanyakan apa yang telah diberikan negara kepada kita tanpa pernah mempertanyakan apa yang telah kita kontribusikan untuk negara kita. Sebenarnya banyak hal yang dapat kita sumbangkan sebagai warga negara yang baik, peduli akan kondisi negaranya. Kita harus memulai sesuatu yang kita kontribusikan kepada negara dari nol. Namun kita sering kali menghapus kata-kata tersebut ketika diadakannya upacara bendera.

Hal yang konkret, tidak banyak pelajar yang serius mengikuti upacara bendera. Khusus ketika mengheningkan cipta, tidak jarang kita temukan pelajar yang tetap tertawa di saat Pembina upacara menyuruh untuk mengheningkan cipta. Sebagai orang yang menghargai jasa pahlawannya sudah sepatutnya kita mendoakan arwah para pejuang kemerdekaan di saat mengheningkan cipta dalam upacara bendera.

Di bawah beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai wujud kontribusi kita untuk negara yakni, mengejar ilmu sebaik dan sebanyak mungkin sampai kapan pun, menguasai bahasa asing agar dapat menimba ilmu dari negara lain, menularkan kebiasaan belajar ke anak-anak kita(bagi yang sudah mempunyai anak) untuk masa depan yang lebih baik karena tuntutan persaingan akan semakin tinggi, kita bisa membuat kursus gratis 1 minggu sekali atau lebih untuk anak-anak di sekitar rumah, bisa mengaji, bahasa Inggris, komputer, atau bahkan menari, menyanyi, menjahit, atau apa pun yang kita bias.

Selan itu kita juga bisa membuka lapangan pekerjaan untuk mengurangi pengangguran di negara kita ini. Mencintai produk dalam negeri pun barangkali bisa disebut sebagai kontribusi kita terhadap negara, karena dengan menggunakan barang atau produk dalam negeri menunjukkan rasa cinta tanah air.


tulisan ini telah dimuat oleh HARIAN UMUM SINGGALANG, PADA KOLOM OPINI SMS

Rabu, 31 Desember 2008

CERPEN


KUPU-KUPU

Oleh Dodi Prananda

Aku hanya diam melihat kupu-kupuku terluka. Hening. Tak ada suara yang mengalir dari mulut kupuku. Aku sudah mengatakan akan memberikan kupuku sayap, sayap yang membuat ia dapat terbang dari satu ilalang menuju bunga-bunga yang kuncup. Ia akan membuat mekar.

“Aku sudah kehilangan sayapku. Aku tak tahu dengan apa aku akan terbang lagi menggapai impianku untuk jadi kupu-kupu” ucapnya pelan dengan suara agak parau.

“Tidak kupuku, Aku akan memberikan sayap buatmu biar kamu bisa jadi kupu-kupu lagi” ucapku menenangkannya.

Gadis itu menatap wajahku. Aku tahu ia sedang memendam rasa yang amat sangat menyakitkan. Ia tak hentinya memandang lehernya yang sedang di pasangkan Gip, juga pada kursi roda yang setia menemaninya.

Helena- gadis itu- meraih kaca solek yang berada tepat di sampingnya. Ia memandang wajahnya yang lecet karena luka bakar. Meskipun tatapannya nanar, tetap saja sebening kristal yang terlalu pahit untuk di teteskan akhirnya menetes juga.

Tak ada satupun yang bisa di harapkan Helena. Ia tahu tak ada lagi kesempatan kedua baginya untuk dapat lagi menjadi selebritis. Siapa yang tak kenal ia coba? Seorang bintang yang memiliki aura dan aku yakin tak ada indah seperti dirinya.

Tapi sekarang semua sudah menjadi hambar. Helena merasa ia telah kehilangan rasa untuk menggapai semuanya lagi. Tak akan ada lagi yang mau menatap wajahnya yang hancur berantakan. Padahal dulu, wajahnya yang cantik itu sering menghias kaca televisi.

Ya, semua itu telah di rampas oleh kecelakaan itu. Kecelakaan yang tak pernah sebelumnya terfikirkan. Malam terkutuk itu adalah mimpi buruk bagi Helena.

Seandainya saja Helena menuruti perkataan orang tuanya pasti semua tak akan hancur berantakan seperti ini. Padahal mama Helena telah mengingatkan Helena untuk tidak mengikuti show malam itu.

“Len, sebaiknya kau tak usah datang ke show itu, toh hari juga udah malam. Nggak baik kalau wanita pergi malam-malam. Len, mama punya firasat tidak enak” ucap mama Helena sebelum Helena mengalami kecelakaan maut itu.

“Ma, aku tidak bisa menolak pada produsernya. Lagian, aku kan nyari duit! Kenapa mama melarang?”

“Len, mencari nafkah itu bukan kewajiban kamu sayang!” mama masih ngedumel.

“Mama ini cerewet sekali!” Helena masih membantah. Ia tetap dengan pendiriannya untuk datang dan menghadiri show itu.

Kalau mengingat kejadian itu ingin rasanya Helena meminta Tuhan untuk memutar waktu kembali. Pasti ia tak akan menolak permintaan mamanya untuk datang ke Show itu agar semua tak jadi kacau seperti ini. Hidupnya terasa hambar. Tak ada yang bisa di harapkan Helena, selain duduk dengan tatapan kosong di kursi rodanya.

“Len, kamu harus ingat kalau Life Must Go On! Kan kamu yang bilang ke aku seperti itu. Kamu masih ingatkan?” aku masih berusaha membujuknya.

Dia masih bungkam dan menguci mulutnya. Hanya bola matanya saja yang menatapku. Suaranya tak keluar untuk menjawab pertanyaanku. Sejenak ia merasakan dirinya tertegun.

“Terlambat! Terlambat! Semua sudah terlambat. Tidak mungkin aku masih tetap bertuah pada kata-kata itu” balasnya

“Kamu harus janji padaku kalau kamu ingin jadi kupu-kupu lagi. Meski sekarang kamu tidak ada sayap buat terbang, tapi aku akan ajarkan kamu terbang ke angkasa sana untuk jadi bintang lagi. Kamu pasti bisa menjadi kupu-kupu yang terbang tanpa sayap” balasku.

Without wings?? However can I do?”

“I’m promise, I’ll give my wings for you. You will can fly again. You must believe it!” ucapku sambil menyeka air matanya. Kemudian kudorong kursi rodanya ke kamar. Mama Helena hanya menatap sekilas dengan mata berkaca-kaca. Ia tak kuasa melihat anaknya terdiam membisu seperti itu.

Aku biarkan Helena sendiri di kamarnya. Aku pulang tertikam kata-kata yang di lontarkan Helena tadi. Terlintas harapan di benakku dan sebuah keyakinan yang mengatakan kalau Helena masih bisa bermain di taman surganya, jadi kupu-kupu yang bisa terbang tanpa sayap. Meskipun ia telah kehilangan kedua belah sayapnya. Ia pasti masih bisa melihat wajah cantiknya yang hadir di layar televisi.

Aku masih bisu. Jiwaku terbelenggu untuk dapat meyakinkan Helena kalau ia masih punya semangat untuk menatap hari-harinya. Aku berusaha untuk meyakinkan kalau Helena bisa terbang tanpa sayap. Terbang untuk menjadi bintang lagi ke angkasa. Jadi kupu-kupu tak bersayap. Ya ...! Sekian.

“Padang, pertengahan Desember 2007.


*NB Cerpen ini telah di publikasikan di Singgalang pada kolom cerpen kamu SMS