Kamis, 21 Agustus 2008

puisi dodi prananda





Sajak-sajak Oleh Dodi Prananda

ANTARA MALAM DAN SECANGKIR KOPI

Di dalam secangkir kopi

Kita menyatu menjadi

Warna.

Bak arang hitam. Legam.

Seperti malam ini

Malam yang telah mempertemukan kita

Padang 2008

ANTARA SEPEREMPAT RASA ANTARA JIWA DAN NYATA

Kau selalu mengais-ngais jiwaku

Tiap malam

Untuk sembunyikan rasa yang tak akan pernah berdusta

Bukan maya tapi nyata

Padang 2008

…I…..

Ini

Hati

Seperti

Duri

Sekarang ini

Enggan lagi

Sumringah tiap pagi

Tubuh ini

Tak suci

Dunia ini

Di jarah tiap hari

Oleh tirani

Nun keji

Burung merpati

Enggan menyanyi

Dunia ini

Akan menjadi elegi

Hidup yang akan selalu menjadi tanda tanya 2008

LORONG

Dulu kau sapaku

Aku malu kau jamah tubuhku dalam kata-kata

Enggan berkutik karena

Sesungguhnya tenaga dan hasratmu telah menghilang

Jauh di bawa terbang

Ke sebuah lorong

Padang 2008

RESAH

Tak kunjung kau rampungkan(resahmu)

Dalam angan yang terbuang

Menemani dirimu mengunyah waktu

Dalam dunia ribut kau butuhkan ketenangan yang tak akan dating

Penulis adalah siswa SMA 1 Padang

Dodi Prananda. Lahir di Padang16 Oktober 1993. Sangat mencinta dunia sastra. Berbagai karyanya sudah banyak dimuat di Haluan, Singgalang, dan media cetak lainnya. Sekarang sedang mengenyam pendidikan di bangku sekolah menengah atas. Tepatnya di SMA1 PADANG. Berharap karyanya bisa di muat di Koran nasional. Kini sedang di didik di sanggar sastra Pelangi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar